skip to main | skip to sidebar

Friday, December 16, 2011

Bantimurung Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

0 comments
Bantimurung sebuah 
nama yang mengikat ruang wisata 
dengan estetika dan kawasan sejarah yang terus tumbuh penuh pesona.

Adapun penataan awal ke perintisan jalan merupakan sejarah panjang di balik namanya yang kini terkenal “benti merrung ”, sebab dialektika kini menjadi “Bantimurung”, jika bukan tentang eksplorasi keindahan alam, mengapa berhasil membius berjuta turis domestik juga mancanegara untuk atraksi menakjubkan pada setiap liburan, uh…., LUPA-kan Bantimurung sebab kita selalu gagal untuk tidak terpikat dengan keindahan yang maha dahsyat ini.

Teks sejarah : “terlaksananya pembuatan jalan melintas Kerajaan Simbang, demi mobilitas dari dan ke daerah-daerah di sekitarnya menjadi lancar”, Kalimat zaman lampau ini menunjukkan kemudahan untuk anda berhenti sejenak dan sangat mudah , di wisata terkemuka Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Bantimurung wisata terbaik di sul-sel
Bantimurung, sebuah lembah bukit kapur/karts yang curam dengan vegetasi tropis yang subur dengan rimbunan pohon dan kelak kelok sungai bersumber dari air terjun yang spektakuler, Air terjun ini berasal dari luapan air yang mengalir jatuh dari atas, merambah batu cadas dengan ketinggian kurang lebih 30 meter dari permukaan tanah. Air terjun ini bergemuruh sepanjang hari. Juga sebuah habitat yang ideal bagi pengembangan berbagai species kupu-kupu, burung dan serangga yang langka dan endemik, Di kawasan ini juga terdapat beberapa Gua, salah-satunya yaitu Gua Mimpi dengan panjang lorong 1500 m, dan memiliki ornamen-ornamen yang menakjubkan, sungguh pemandangan mewah, hijau dengan iklim yang menyenangkan dengan membuat liburan anda penuh takjub pada kekuatan alam natural.

Kata orang bijak dalam "Pau-pau Rikadong"* tentang catatan Bantimurung

”Ruh yang menarik kita pada alam sakral, yang melukis tubuhnya sendiri dengan lanskap, rimbun pohonya adalah baris keteguhan yang menjamu derasnya hujan, tebingtebing yang rapat selalu jujur gemanya menjawab kemarau, suara ngengat dan air terjun riuh.., ramai… , ciptakan kerajaan toale bagi putri dan pangeran berkasih-kasihan. kakek menyebutnya benti merrung*.

Tidurlah nak, sebab ada yang terus bercerita, katanya “seikat janji itu adalah ruh yang tumbuh menjadi alam, bermula ketika aku toakala menyusun batubatu jadi tubuh bagi air yang mengalir deras, kupahat “gua Mimpi”, tempat citacitaku kau semai, pada nafasku yang lembab, kuterbangkan kalubampa* sepanjang hilir sungai yang berkelak-kelok demi sejuk matamu”( tapi, ada yang tibatiba menguap (seolah bangun dari tidur), ia berbulu... dan sangat besar..!! /Toakala*)
: “kelak, seikat janji itu  mengantarku kembali dari maut, jangan pernah sia-siakan alamku.

Kabupaten Maros area wisata Bantimurung, sebagai wisata unggulan Sulawesi Selatan, terletak disebelah utara Makassar dengan keberadaan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, mempunyai peranan yang sangat vital, baik yang sifatnya lokal, regional maupun internasional, dengan dukungan kelengkapan sarana dan prasarana berstandar internasional, karena itu, sudah sewajarnya bila fungsi dan peranan Kabupaten Maros sebagai kota persinggahan para wisnus dan wisman dipertegas sebab keanekaragaman hayati, ekosistim, kekayaan fenomena alam serta keragaman seni dan budaya yang dimiliki lebur dalam wisata potensial Bantimurung, sebagai tempat liburan anda penuh takjub dengan kekuatan alam natural.Uhh....LUPA-kan Bantimurung sebab kita selalu gagal untuk tidak terpikat dengan keindahan yang maha dahsyat ini_
___________________________________________
Kaimuddin Mbck, catatan tentang "Aktualisasi Wisata Alam Terbaik, Sul-Sel"
 
Keterangan teks:
Paupau Rikadong*  :cerita rakyat
Toakala*                  : monyet besar penghuni Bantimurung
Benti Merrung*        : bhs Macassar kuno yang berarti "air bergemuruh".
Kalubampa*            : bhs Macassar kuno yang berarti "kupu-kupu".

Bantimurung Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

Thursday, November 24, 2011

Launching-Mu "Titipan Langit"

0 comments


.
"Titipan Langit", sebuah buku antologi puisi, hasil corat-coret Mahasiswa di Himpunan Bahasa STKIP Yapim Maros, untuk mengatakan "mereka berani", sebab menapaki terang dalam penulisan ke penciptaan puisi,  sebuah buku ada ditanganku "Titipan Langit", ah ...ini sungguh dari langit ya...?, sebab kubaca beberapa peristiwa tentang budaya religi dan peristiwa penting yang coba mereka ungkapkan , seolah-olah sebuah " panduan harian", atau ku sebut "beberapa kata bijak" bagi sumbangsih terpenting bagi kemanusiaan, dan mereka menuliskan semua ini dengan atau tanpa perasaan bangga, meskipun sesuatu telah mereka petakan, endapkan dengan tumpahan jerit, senyum juga tangis, sesuatu dari langit.....atau" hujan", dan bukannya ini adalah musim kemarau ?(pantauan LEPASS Launching-Mu "Titipan Langit"

dunia kampus adalah sejarah yang tak akan lekang memberikan pengajaran kepada diri mereka sendiri, tentang menuliskan awal metafora menjadi teks sastra, dan dalam harapan muda mereka sesuatu sangat tenang dan mengalir hingga kepantai tempat segala perih juga impian di istirahatkan, tersenyumlah dek...hari ini pasti milikmu

Sekumpulan catatan bagai "layangan"  menerjang udara menuju surga juga melintasi neraka, haha..ha....mereka diam-diam 
bertahan sekaligus menerjang menuju langit : kukira langit telah berpesan padamu sebab sesuatu yang mesti kau indahkan, terus menerus......: slamat ya....
-------------------------------------------
pantauan LEPASS, Launching-Mu "Titipan Langit"

budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa"

0 comments

budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa"

budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa", terawali dari sebuah Kab. Maros, kota yang menghibahkan diri pada ilalang yang tegak bagai tombak, dan makassar dengan dayung  yang dihampiri gulungan ombak, masa lampau yang sakral ketika "Benti Merrung", (sekarang Bantimurung), dan "Toakala sang " kera putih Bantimurung" masih menandai peristiwa soppa hari itu."cinampeppi wenniE...u pappurakki emmitai mata esso ri eleE", ( malam malam telah datang.... dan kau bagai tak melihat matahari di esoknya)
tombak" passoppa"
Manusia adalah pengada, ungkap Climacus, yang memiliki kesadaran (consciousness). Bukan hanya kesadaran terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, tetapi juga kesadaran terhadap diri sendiri (self-consciousness). Dengan kata lain, kesadaran untuk menentukan hidupnya: ”bagaimana seharusnya hidup” dan ”bagaimana semestinya mati”.tapi mengapa "budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa", adalah sebuah pilihan dari keduanya antara hidup juga kematian ?

Jika malam datang dan siang sebelumnya  kau batukan dadaku dengan dendam, aku tak dimana-mana juga tak pada kota yang gelap, aku ruh yang bercerai berai menunggu "soppa" atau melakukan "massoppa" dalam budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa"di bawah kolom rumahmu, apakah kau mengenal ini sebelumnya sebab tak ada jejak bahkan sesuatupun yang mampu meraba atau menandai, hanya ususmu saja yang terburai atau lembing tersebut mengena pahamu dan tembus hingga keperut, malam malam gelap.....bayangan kecil dengan pundak memanggul lembing, bayangan yang pergi meninggalkan korbannya usai membalaskan dendam

PERISTIWA MIRIS DI TAHUN-TAHUN AWAL SULAWESI SELATAN  YANG DITANDAI DENGAN ISTILAH  SOPPA', BALAS DENDAM DENGAN MENUSUK POKE/ LEMBING DARI BAWAH KOLOM RUMAH KE ATAS DAN  TERJADI PADA MALAM HARI

Pelaku soppa atau Passoppa berlari meninggalkan korbannya tanpa ada yang mengetahui, sebuah bercak darah memenuhi poke /lembing , yang memantulkan cahaya dari bulan, ah aku tak mengenal ini sebelumnya sebuah badai dalam malam gelap yang seakan memecah langit, suara derak papan rumah panggung yang bobol tertembus tombak selalu diantarai dengan jerit tertahan , 
budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa", sangat singkat kematian itu dan sebuah mayat di pagi harinya bersimbah darah kering, suara ah...menggema di udara memulaskan tidur passoppa sebagai bahagia usai dendamnya terbalas.

Seolah kesadaran itu tumbuh belakang hari ”Biar mengalir seperti air,” masyarakat lampau sulsel sudah mengenal istilah ini sebelumnya, atau orang sekarang menyebutnya jawaban diplomatis yang sering kita dengar, lebih bermakna sebagai ”kesahajaan”. Atau, ”ketakberdayaan”? Hidup tidak sesederhana itu, dan soppa 
budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa", menandai sebuah peristiwa balas dendam, kemanakah kau pada malam malam sebelumnya ...aku adalah tombak yang berdenyaran di sekitarmu
------------------------------------------------------------------
Oleh : Kaimuddin Mbck.
Terima kasih pada ayahanda "Kadir Parewe", yang telah menuliskan kisah ini di benakku. juga kepada Orangtua-orang tua kami yang telah menggenapkan cerita "Passoppa " ini.
budaya dendam Bugis Makassar dalam "Soppa"

semangat bahari Bugis Makasar,di relief candi Borobudur ,

1 comments
semangat bahari Bugis Makasar,di relief candi Borobudur ,

Menelusuri jejak sejarah Bugis makassar hingga ke candi Borobudur, sebuah perekaman  peristiwa lampau, ditemukan dalam bentuk relief, 

Identifikasi awal dari sejarah pembuatan relief ini oleh "pelaku budaya tersebut, terkait erat akan keberaadaan huruf tulis lontara,  latar belakang ini menguatkan masyarakat lampau dalam menciptakan relief ini.
sekaitan dengan relief ini "semangat bahari Bugis Makasar,di relief candi Borobudur" dalam "perahu bercadik", oleh arkeologi teranggap sebagai sebuah naskah kuno  kesejarahan yang dikategorikan aspek historiografi tradisional, tetapi hasil tulisan atau naskah tersebut tentu sedikit banyaknya  dipengaruhi oleh alam pikiran penulis naskah atau masyarakatnya, ketika mencocokkan latar belakan sejarah Bugis Makassar, dari sumber aslinya tentang "semangat bahari tersebut, semacam kecenderung menonjolkan  kepercayaan dan mistik yang dimiliki masyarakatnya.(pendapat sementara).

Menjadi sebuah kewajaran sebab tempahan alam kadang mengantarai mereka dengan kekuatan sakti, di dapati dalam kesadaran histiografi di banyak sejarah, nampak dimana-mana  kekuatan sakti tersebut  bisa bekerja secara otomatis, atau diperlukan orang-orang tertentu untuk mengembangkan atau menggerakannya. "klasifikasi magis", kukira, adalah sesuatu  yang ada di alam ini, baik itu makhluk hidup maupun benda-benda mati tumbuh bersama dengan pengertian dan kearifan, menempa mereka.

Sang Baco ket gambar>, ahli sejarah mereka melihat itu sebagai ujud keberadaan dalam "perahu bercadik"semangat bahari Bugis Mksr,di candi Borobudur,

nge Blog asyik dan cerdas > SMA 6 Bontoa

0 comments


Siang terik  menghiasi langit Bontoa Maros. saprti getar perasaan-nya para Blogger Maros,yah sebuah email singkat masuk ke mail boxmu dengan judul  " Sosialisasi Pengenalan Blog dari Blogger Maros", saat  mereka  blogger maros sedang  duduk di depan para siswi/a,  mereka di kenalkan oleh bapak kepala A.Aswan kepada sisiwa, sebagai blogger bertuah dan masih muda-muda, (kulihat senyum Uak (salah satu pemateri) malu dan disampaikannya pada siswa/siswi tersebut, sebagai pembukaan dari tim, katanya " aku sudah tua nak dan hampir seusia dengan ibu-bapak ta', aku punya ini..., dan sebagai..ini,tapi da ngerti mengapa terus ngeblog". 

yang di tanggapi siswa/i pada season awal dari uak itu bukan lain kecuali "penolakan dari siswa/i bahwa Uak itu sudah tua", haha...ha..., (bohong atau apa ya...siwa-siswi itu?)

Berselang semua materi berlalu dengan perut siswa yang keroncongan tapi tetap kuat ngikutin materi, maka- akhirnya bumi pun makin panas / pemateri tanpa minuman dingin, haha...ha...,
+)terima kasih atas partisipasinya, anak-anak kami  kembali optimis mengenal lalu coba menulis ke dalam blog, makasih de'
_)mudah-mudahan ada kabar baik setelah optimasi kegiatan singkat ini, kami melakukan itu semua, tampa tendensi apapun kecuali .....mengenalkan mereka(siswa/i), ber-internet cerdas dan assyiik.
Sebaris kalimat pembuka (postingan ini )yang mungkin terasa biasa untuk  membacanya, namun begitu berarti untuk sekolah. sesuatu ya..., sesuatu yang tak  terukur , dan  siswa/i itu (sma 6 bontoa) telah menerima cinta  ber-internet cerdas dan assyiik,  para pekerja sosial itu  > Uak Sana, Ansari Jelek, Irfan Maulana Ago, dan Kaimuddin mbck.___lapor dari sang baco, http://www.sangbaco.com/
----------
Serba Serbi Siswa SMA 6 Bontoa Maros

Menulislah melalui media blog. Yaa.. nge-blog-lah. Gunakan segala kemampuan merangkai kata, hingga menghasilkan tulisan untuk bisa dibagi. Sebab itulah cara berbagi yang paling mudah.

Blog bukanlah hal yang asing untuk saya, sebab sudah lama pula mengenal apa itu blog. Namun setelah ini akhirnya tergerak membuat blog yang khusus menuliskan apa yang saya rasakan sebagai orang yang terkena GANGGUAN DENGAR. / motivasi kaka' kaka' itu,

Menulis tentu tidak bisa sembarangan menulis begitu saja. Blog yang ditulis dengan hati bukan hasil copas, akan lebih memiliki rasa pada setiap kata yang diuntai. Itulah mengapa banyak blog yang sederhana begitu mengena ketika di baca.

Nge-blog-lah dan sampaikan apa yang kau rasa dalam untaian kata.., Selain itu lewat untaian kata pula, saya bisa melepas sedikit beban dan segala rasa ketika gelombang kehidupan menghantam.

Sebab dengan menulis di blog begitu menjadi refleksi bagi diri ini untuk tetap terus berusaha dengan segala keterbatasan yang ada.

Dan merupakan sebuah bonus, ketika pada akhirnya saya mendapatkan kabar menggembirakan. apa kabar itu ya..?, kau jatuh cinta pada blogku...lalu pada orangnya.....kwkwkwkwk

Ngeblog bagi saya bukan lagi sekedar tulis menulis tanpa arti. Tetapi lebih dari itu, ada rasa tercurahkan pada setiap kata yang diuntai.
____________________
kaimuddin mbck dalam "nge Blog asyik dan cerdas > SMA 6 Bontoa"