skip to main | skip to sidebar

Thursday, November 24, 2011

penelitian perkembangan sastra di kab maros

Ia kaimuddin mbck, memulainya dengan monolog...., menandai "dialog waktu itu", mereka rame cerita tentang per-teateran, mereka bilang " bisa dikatakan berhasil jikalau penonton dan pementas sama-sama puas dengan hasil yang dipentaskan". katanya nyelutuk saja, " jika saja bisa aku akan menandai pentas dramaku dgn (maraknya aksi penggusuran masyarakat kecil di Indonesia oleh berbagai macam pihak , ini masih sering terjadi sampai sekarang. temanya ku usung saja  atas nama keserakahan manusia. pakkoro kira-kira....

bagemanakah me-reperentasikan kehidupan nyata ini atau mimpi kita misalnya sebagai org yg tertindas dan merasa tertekan. berkata seseorang " itu sih DL /Deritaa..Loo....(Dalam tekanan mari  melarikan diri ke dunia imajinasi: tempat dimana segalanya terasa menyenangkan, tempat terletak sebuah harapan atas kebahagiaan.

kedekatan bahasa penggunaan dalam proses apresiasi drama , tetapki  mempertahankan teks aslinya penulis naskah , walau dalam penguatan kedekatan dgn masy pengapresiasi dlm garapan  merupakan interpretasi timbangan kedekatan bahasa dlm kesetujuan bersama terutama buat sutrada, dalam mementaskan lakon, kata yg lain "bahwa aku ingin tiada batas antara pemain dengan penonton sehingga terciptalah kedekatan antara pemain dengan penonton, kata yg lain awwe kasina...anuni getti.....ii..i...

temu "2 ", di Kantin sastra sangat bajingan--Accaddomi seniorka "Yang terpenting adalah esensi yang ingin disampaikan tetap dapat dengan mudah ditangkap oleh penonton. dan  pertunjukan itu nantinya akan mampu berfungsi sebagai refleksi bahwa tak seharusnya hidup manusia merugikan makhluk lain. Kehidupan haruslah tetap harmonis, dengan begitu ‘kehidupan’ itu sendiri akan saling menguatkan, bukan saling menghancurkan. koor peminum kopi itu "tapi....bisa jikiiii' kah...........

mardianto pemeran toakala kadang  merasa tdk puas tapi lebih sering puas "pentas tersebut merupakan sebuah pesta setelah jerih payah dalam  berproses",  (gadis manis accoddo juga ) "Namun demikian, berproses itu terus-menerus ces...(diliriknya aku sekali...< eits...), meski pentas telah selesai,  tak akan berhenti sampai di situ. akan terus berproses,” ungkapnya. Secara umum, 

kata proses bagi para pemain memang merepresentasikan makna yang penting dalam perjalanan mencapai pentas sebagai mahasiswa, para pemain tak luput dari tugas-tugas kuliah mereka. bilangmi ince (pemeran tokoh sersan dalam "kebebasan Abadi " ya harus pandai-pandailah... mengatur waktu supaya kegiatan yang lain tidak terbengkalai.---- koor pada Ince menutup pertemuan 2 di kantin sastra bajingan itu "maassuttaa....pa , supaya sepulang dari kampus ini langsungki lagi pergi kuliah...ato mentas di jalan ", ---"haha..ha....anak nakal " bilangQ.........-di petakan dan...
temu "2 ", di Kantin sastra sangat bajingan--

0 comments:

Post a Comment